BORNEONEWS, Pulang Pisau – Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-24 terus berlanjut. Salah satu rangkaian yang menarik perhatian masyarakat adalah Lomba Lawang Sakepeng yang digelar di halaman GOR Pandehen Bereng, Selasa, 7 Juli 2026.
Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau itu diikuti 8 regu, terdiri dari Tiga regu putra dan lima regu putri. Para peserta merupakan perwakilan sanggar seni yang menampilkan atraksi Lawang Sakepeng dengan penuh semangat dan kreativitas.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Pulang Pisau, Andriani, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tradisional khas Kabupaten Pulang Pisau.
"Lomba ini kami harapkan mampu melahirkan generasi penerus yang mencintai dan mempertahankan budaya Lawang Sakepeng. Selama ini Pulang Pisau selalu menjadi juara pada kategori Lawang Sakepeng tradisional di berbagai event, sehingga prestasi itu harus terus dipertahankan," ujar Andriani.
Menurut Andriani, Lawang Sakepeng merupakan identitas budaya Kabupaten Pulang Pisau yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai bentuk penyambutan tamu kehormatan maupun dalam prosesi adat pernikahan.
Ia menjelaskan, pembinaan terhadap para pelaku seni dilakukan melalui sanggar-sanggar yang ada di masing-masing daerah. Pemerintah daerah juga berharap sanggar terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kemampuan, serta inovasi agar regenerasi seni tradisional tetap berjalan.
"Kami berharap para sanggar terus meningkatkan kemampuan dan inovasinya sehingga pelestarian budaya ini tidak berhenti sampai di sini. Regenerasi harus terus dilakukan agar Lawang Sakepeng tetap menjadi kebanggaan sekaligus identitas budaya Kabupaten Pulang Pisau," katanya.
Andriani menambahkan, lomba ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau, sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah. (RETHA/y)









