BORNEONEWS, Washington - Amerika Serikat (AS) akan terus mendesak setiap negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) untuk memenuhi kewajiban mereka terhadap aliansi pertahanan tersebut.
"Beberapa negara sekutu memikul beban yang lebih besar dibandingkan yang lain, dan Amerika Serikat akan terus mendesak setiap anggota aliansi ini untuk menghormati komitmennya," tulis Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker dalam sebuah artikel opini yang dimuat di Fox News pada Senin waktu setempat.
Ia menyatakan, di tengah kemunculan ancaman-ancaman baru seperti pesawat nirawak (drone), serangan hibrida, hingga rudal hipersonik, adanya suatu "titik lemah" akan sangat merusak pilar keamanan kolektif secara keseluruhan.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengkritik negara-negara Eropa anggota NATO karena dianggap tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap kapabilitas pertahanan aliansi tersebut.
Trump pun mendesak negara-negara sekutu untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sebagai tindak lanjut, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Den Haag tahun lalu, para pemimpin NATO telah sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5 persen paling lambat pada 2035.
Angka tersebut meliputi 3,5 persen untuk anggaran belanja yang berkaitan langsung dengan pertahanan dan 1,5 persen dialokasikan sebagai anggaran investasi yang berkaitan dengan keamanan.
KTT NATO 2026 dijadwalkan akan diselenggarakan di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli ini.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
ANTARA









