BORNEONEWS, Pulang Pisau - Antusiasme masyarakat memeriahkan rangkaian Handep Hapakat Fair dalam perayaan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau kembali terlihat melalui kegiatan senam bersama, Selasa sore, 7 Juli 2026.
Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata atau Disbudporapar Kabupaten Pulang Pisau bekerja sama dengan ISDMI.
Ratusan peserta dari berbagai wilayah, termasuk desa-desa di Kabupaten Pulang Pisau, memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti senam yang berlangsung meriah.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Kabupaten Pulang Pisau, Helina Yulianti mengatakan, pihaknya berperan sebagai fasilitator bagi komunitas dan sanggar senam yang ingin berpartisipasi memeriahkan HUT ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.
"Kami dari Disbudporapar hanya memfasilitasi komunitas dan sanggar senam yang ingin bergabung dalam pelaksanaan perayaan HUT Kabupaten Pulang Pisau," ujar Helina.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut didukung oleh empat sanggar dan komunitas senam, yakni Sanggar Senam Pindi, Sanggar Senam Alam, serta komunitas senam dari Desa Hanjak Maju dan Desa Anjir.
Karena keterbatasan anggaran, penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara swadaya. Panitia bersama komunitas berinisiatif menjual kupon door prize seharga Rp10 ribu untuk membantu menutup biaya operasional.
Biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan konsumsi, perlengkapan, hingga instruktur senam.
"Instruktur juga tidak dibayar oleh dinas maupun panitia. Jadi kami berinisiatif menjual kupon. Hasilnya digunakan untuk membiayai kebutuhan kegiatan, termasuk membayar instruktur," jelasnya.
Meski peserta dikenakan biaya pembelian kupon, kegiatan senam tetap terbuka untuk masyarakat umum.
Helina menyebut, kupon dicetak terbatas sebanyak 290 lembar dan seluruhnya habis terjual sebelum kegiatan dimulai.
"Kami hanya mencetak 290 kupon dan semuanya habis. Mau mencetak lagi juga tidak bisa karena memang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan," katanya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga tetap bisa digerakkan meski tanpa dukungan anggaran pemerintah.
Hal itu dapat terwujud selama ada kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para penggiat olahraga.
"Tujuan kami adalah memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ternyata tanpa anggaran pun kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerja sama dengan komunitas. Ke depan mudah-mudahan kolaborasi seperti ini bisa terus dilanjutkan," pungkasnya. (RETHA/j)









