NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau memperkuat upaya pelestarian tanaman pangan lokal melalui pelaksanaan Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra saat membuka Forum Konsultasi dan Koordinasi Rencana Pelaksanaan Proyek CDCSUI di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Lamandau, perangkat daerah terkait, perwakilan Kementerian Pertanian, serta tim Project Management Unit (PMU) CDCSUI.

Bupati Rizky mengatakan Kabupaten Lamandau memiliki potensi sumber daya genetik tanaman lokal yang perlu dijaga agar tidak hilang. Menurutnya, keberadaan berbagai varietas tanaman lokal memiliki nilai penting bagi ketahanan pangan sekaligus menjadi kekayaan hayati yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

"Melalui Proyek CDCSUI ini kita berharap pelestarian tanaman lokal dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan," ujar Rizky.

Ia menjelaskan keberhasilan program tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar tujuan konservasi serta pemanfaatan tanaman lokal dapat tercapai secara optimal.

Dalam forum tersebut, peserta membahas rencana kerja Program CDCSUI Tahun 2026 yang diselaraskan dengan program prioritas daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan, sektor pertanian, serta upaya menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Selain menyusun langkah pelaksanaan program, forum juga mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kawasan percontohan konservasi tanaman lokal, di antaranya padi lokal, talas lokal, dan uwi. Tanaman-tanaman tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan pangan berbasis kearifan lokal.

Bupati berharap hasil koordinasi tersebut dapat menjadi dasar pelaksanaan program yang lebih terarah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. 

"Saya berharap kolaborasi ini mampu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Lamandau melalui pemanfaatan tanaman lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. (TATA/J)