JAKARTA –

BORNEONEWS, Mexico City – Jumlah korban meninggal akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 dilaporkan bertambah menjadi 3.685 orang.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan selain korban meninggal, sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka dan 6.462 orang berhasil diselamatkan.

"Sebanyak 3.685 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 telah diselamatkan," kata Rodriguez melalui unggahan di Telegram, Senin, 6 Juli 2026.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 17.907 orang masih kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut. Sementara itu, 86.794 keluarga dilaporkan telah menerima bantuan.

Pemerintah juga telah mendirikan 87 kamp sementara di berbagai wilayah terdampak untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

Selain tempat pengungsian, bantuan logistik juga terus disalurkan. Tercatat sebanyak 9.603 ton makanan dan lebih dari 8,32 juta liter air telah didistribusikan kepada para korban.

Layanan kesehatan juga diberikan kepada warga terdampak. Hingga laporan terbaru, sebanyak 25.970 orang telah menerima bantuan medis.

Gempa kembar tersebut terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026, dan mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang sangat berdekatan.

Guncangan awal atau foreshock berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat. Tidak lama setelah itu, gempa utama bermagnitudo 7,5 mengguncang dengan selang waktu sekitar 39 detik.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas dan membuat ribuan warga masih membutuhkan bantuan darurat.

ANTARA/Sputnik/RIA Novosti