JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow - Pemerintah Jerman menyiapkan anggaran sebesar 124,7 miliar euro atau sekitar Rp2,5 kuadriliun untuk sektor pertahanan pada tahun fiskal 2026.

Berdasarkan data Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang dikutip surat kabar Die Zeit, nilai tersebut membuat belanja pertahanan Jerman mencapai 2,69 persen dari produk domestik bruto atau PDB negara itu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Jerman memperkuat sektor pertahanan di tengah dorongan peningkatan belanja militer negara-negara anggota NATO.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan bahwa Jerman akan menaikkan target belanja pertahanan menjadi 3,5 persen dari PDB pada 2029.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sempat mengingatkan bahwa kapasitas industri pertahanan yang belum memadai dapat menjadi kendala bagi negara-negara Eropa anggota NATO dan Kanada dalam merealisasikan seluruh anggaran pertahanan mereka.

Dalam konferensi pers sebelum Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT NATO di Ankara, Turki, Senin, 6 Juli 2026, Rutte menyebut penyedia produk dan jasa pertahanan yang dikontrak negara-negara anggota aliansi belum mampu meningkatkan kapasitas produksi secara maksimal.

Kanada dan negara-negara Eropa sejauh ini telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 250 miliar dolar AS atau sekitar Rp4,4 kuadriliun untuk kebutuhan pertahanan NATO.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA