BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo menegaskan revitalisasi sekolah dilakukan berdasarkan usulan yang diverifikasi melalui aplikasi PENA Kalteng dan disandingkan dengan data Dapodik.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pemerintah memantau kondisi setiap sekolah melalui dokumentasi, titik koordinat, dan pembaruan data secara berkala.
"Revitalisasi tidak dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan usulan yang diverifikasi. Semua sekolah dapat dipantau secara digital sehingga kondisi bangunan benar-benar terlihat," ujar Reza seperti dikutip borneonews pada Rabu, 8 Juli 2026.
Reza mengatakan program revitalisasi dari pemerintah pusat, sebanyak 72 sekolah di Kalimantan Tengah telah terealisasi, sementara pembangunan melalui APBD tetap berjalan sesuai kemampuan anggaran daerah.
Ia menegaskan pendekatan berbasis data menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan sekolah agar anggaran lebih tepat sasaran.
Sebelumnya, Koordinator Aliansi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) mempertanyakan penggunaan anggaran sekitar Rp60 miliar melalui APBD 2025, lokasi sekolah penerima bantuan.
Termasuk, mekanisme penetapan sasaran, progres pembangunan, hingga kepastian penyelesaian revitalisasi terhadap 72 sekolah yang sebelumnya diresmikan pemerintah.
Aliansi meminta pembangunan sekolah dilakukan secara merata hingga wilayah pedalaman dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (HERMAWAN DP/H)
Disdik Kalteng Tegaskan Revitalisasi Sekolah Berdasarkan PENA Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Disdik Kalteng Uji Coba Olah Sampah Plastik Jadi Sumber Energi
Disdik Kalteng Akan Audit Pengelolaan Dana BOS SMA, SMK dan SKH
18 Terobosan Pendidikan Kalteng Berbuah Dua Penghargaan
Sekolah Diminta Laporkan Kondisi Kabut Asap Secara Berkala
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







