PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan Kabupaten Kapuas memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan Agustiar saat menghadiri panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Rabu, 8 Juli 2026.

Agustiar mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memberi perhatian terhadap pengembangan kawasan pertanian produktif, termasuk Kabupaten Kapuas yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kalteng.

"Perhatian itu karena sektor pertanian salah satu prioritas pembangunan daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional," kata Agustiar.

Panen raya tersebut turut dihadiri Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta jajaran Forkopimda Kalteng dan Kapuas.

Agustiar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas atas pelaksanaan panen raya tersebut. Ia menilai capaian sektor pertanian Kapuas sangat baik karena sejumlah wilayah mampu melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.

"Saya rasa panen ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan Kalteng. Jadi, kita patut bangga dan bahagia atas capaian dan kemajuan Kabupaten Kapuas selama ini, di bawah kepemimpinan Bupati Wiyatno," ujar Agustiar.

Sementara itu, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menjelaskan panen raya tahun ini dilaksanakan serentak di empat kecamatan. Wilayah tersebut yakni Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.

Ia menyebut total luas panen mencapai 25.817 hektare. Setiap wilayah memiliki karakteristik budidaya padi yang berbeda.

Menurut Wiyatno, Kecamatan Kapuas Kuala dan Kapuas Timur masih didominasi padi lokal. Sementara Kecamatan Bataguh dan Tamban Catur telah banyak mengembangkan varietas padi unggul.

"Untuk Bataguh dan Tamban Catur rata-rata menggunakan padi unggul yang saat ini sudah mampu panen lima kali dalam waktu dua tahun. Ini menjadi salah satu keberhasilan petani kita dalam meningkatkan produktivitas pertanian," katanya.

Wiyatno juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian atas dukungan alat dan mesin pertanian atau alsintan kepada Kabupaten Kapuas.

Tahun ini, Kabupaten Kapuas memperoleh bantuan 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, serta 213 unit hand sprayer.

"Hampir seluruh bantuan alat pertanian dari Kementerian sudah tiba di Kabupaten Kapuas, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengiriman," ujarnya.

Selain bantuan alsintan, Kabupaten Kapuas juga mendapatkan program cetak sawah Tahun Anggaran 2026 yang tersebar di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.

Wiyatno menyebut empat kecamatan tersebut memiliki total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare. Potensi itu menjadikan Kapuas sebagai kawasan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden, Menteri Pertanian dan bapak Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian yang besar kepada sektor pertanian di Kabupaten Kapuas," tuturnya.

Wiyatno menegaskan, Kapuas hingga kini masih menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Tengah. Produksi beras dari daerah itu tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Kapuas, tetapi juga membantu pasokan pangan di tingkat provinsi.

Dengan luas panen sekitar 25 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 5 ton gabah per hektare, ia optimistis Kapuas mampu memberi kontribusi besar terhadap swasembada pangan nasional.

Meski demikian, Wiyatno berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalteng terus berlanjut. Dukungan tersebut terutama untuk pemenuhan mesin panen atau combine harvester serta pembangunan Rice Milling Unit atau RMU.

Menurutnya, keberadaan RMU penting untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen petani.

"Harapan kami, apabila kemampuan anggaran daerah belum mencukupi, kiranya pemerintah provinsi dapat membantu pembangunan Rice Milling Unit sehingga pengelolaan hasil panen petani menjadi semakin optimal," kata Wiyatno.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alsintan. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat pengolahan lahan dan panen, serta menekan biaya produksi petani.

Pemkab Kapuas berharap panen raya ini semakin meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan pertanian. Dengan begitu, produksi pangan terus bertambah dan Kapuas semakin kokoh sebagai salah satu daerah penghasil beras utama di Kalimantan Tengah.