BORNEONEWS, Jakarta – Ruben Amorim resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala AC Milan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Pelatih asal Portugal itu menggantikan Massimiliano Allegri dan membawa misi membangun kembali kekuatan Rossoneri.
Amorim mengaku telah belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, termasuk saat menangani Manchester United. Ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama bersama AC Milan.
"Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik karena saya mendapatkan pengalaman," kata Amorim, dikutip dari Football Italia.
Menurut Amorim, pengalaman menangani klub besar telah membuatnya lebih matang sebagai pelatih. Ia menilai kegagalan maupun kesalahan pada masa lalu menjadi pelajaran penting untuk menghadapi tantangan baru di Milan.
Pelatih berusia 41 tahun itu optimistis dapat membawa AC Milan berkembang melalui proyek baru yang disiapkan klub.
Amorim menegaskan, target utamanya adalah membentuk tim yang mampu memainkan sepak bola berkualitas, tetapi tetap konsisten meraih kemenangan.
Ia menyadari Serie A merupakan kompetisi yang sangat ketat. Namun, Amorim ingin AC Milan tampil dominan dalam setiap pertandingan dan memiliki identitas permainan yang jelas.
Selain membangun filosofi permainan, Amorim juga ingin menjalin hubungan kuat dengan para pemain dan staf kepelatihan.
Ia bahkan berjanji akan segera mempelajari bahasa Italia sebagai bentuk penghormatan kepada suporter dan lingkungan barunya di Milan.
Terkait bursa transfer, Amorim memastikan AC Milan akan terus mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Ia juga memuji kualitas penyerang Goncalo Ramos yang baru didatangkan dari Paris Saint-Germain.
Selain itu, Amorim berharap Luka Modric tetap bertahan di San Siro. Ia juga menilai Christian Pulisic akan menjadi salah satu pemain penting bagi Rossoneri pada musim mendatang.
ANTARA









