PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sejumlah fakta penting baru terungkap terkait kasus gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat melaksanakan operasi penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis dini hari, 2 Juli 2026.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi rincian kondisi korban serta kronologi awal terjadinya peristiwa berdarah tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan AKBP Dodik Hartono, dari ketiga anggota yang gugur, diketahui Ipda Anumerta Sumariyanto merupakan personel yang dipastikan mengalami luka tembak.

“Ini Ipda Anumerta Sumariyanto yang kena tembak,” ujar Dodik saat dikonfirmasi awak media pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara untuk dua personel lainnya, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra dan Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, pihaknya belum dapat memastikan apakah keduanya juga mengalami luka tembak.

Terkait urutan kejadian, Kapolres menegaskan bahwa penyerangan terhadap petugas kepolisian terjadi lebih dahulu sebelum akhirnya jatuh korban jiwa dari pihak warga.

“Iya pasti penyerangan dulu. Tidak mungkin kita membuat orang meninggal kalau tidak ada yang menyerang petugas,” tegasnya.

Seluruh rangkaian peristiwa awal yang memicu kekacauan tersebut dipastikan terjadi di dalam rumah yang menjadi lokasi sasaran operasi penggerebekan.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, Mochammad Choirul Anam, juga telah mengungkapkan hasil pendalaman awal.

Melalui pemeriksaan autopsi, olah TKP dan peninjauan lapangan, dipastikan ketiga korban mengalami berbagai luka. Salah satunya mengalami luka tembak yang diduga berasal dari senjata api rakitan yang umum digunakan warga setempat.

Fakta kelam lain yang terungkap adalah dugaan kuat ketiga petugas mengalami penyiksaan sebelum gugur.

“Dugaan kuatnya meninggal duluan di darat baru kemudian dibuang ke sungai,” ungkap Anam.

Hasil pemeriksaan ilmiah telah mencatat lokasi dan penyebab luka secara rinci, yang kini menjadi dasar kuat bagi jalannya proses hukum selanjutnya.

Hingga saat ini, penyidik masih terus bekerja keras mengembangkan kasus secara mendalam. Upaya ini dilakukan guna mengungkap secara utuh seluruh kronologi peristiwa, serta mengidentifikasi dan menjerat setiap pihak yang terlibat dalam peristiwa tragis yang merenggut nyawa tiga abdi negara tersebut. (PATHUR/j)