PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melakukan kunjungan langsung ke dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di wilayah setempat, yakni LKSA Budi Mulya dan LKSA El Ministry.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau langsung kondisi para anak asuh sekaligus memastikan bahwa pemerintah daerah tetap hadir memberikan perhatian penuh kepada mereka.

Fairid menegaskan, pemenuhan hak-hak anak yatim piatu maupun anak terlantar tidak bisa hanya bertumpu pada pundak pengelola lembaga sosial semata. Menurutnya, beban moral dan operasional panti asuhan terlalu besar jika harus dipikul secara mandiri tanpa dukungan pihak luar.

"Tanggung jawab pemeliharaan dan pemenuhan hak anak tidak bisa dibebankan kepada pengurus panti asuhan sendirian. Ini adalah tugas kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan kita semua," katanya, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menambahkan, diperlukan sebuah ekosistem kepedulian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara masif. Kolaborasi ini harus melibatkan lintas sektor demi menciptakan jaringan pengaman sosial yang kokoh bagi anak-anak panti.

"Diperlukan sinergi yang kuat dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah. Kehadiran semua pihak sangat krusial untuk memastikan tidak ada anak yang merasa berjuang sendirian," ujarnya.

Ia mengingatkan agar pola pemberian bantuan mulai bertransformasi ke arah yang lebih visioner. Ia menekankan, dukungan yang diberikan harus melampaui bantuan logistik sesaat, melainkan harus mulai menyentuh aspek yang lebih berkelanjutan seperti kepastian akses pendidikan yang layak serta jaminan kesehatan jangka panjang. (HENDRI/j)