TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Persiapan pelaksanaan Festival Nariuk VI di Desa Pulau Patai, Kabupaten Barito Timur, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juli 2026, panitia mencatat progres persiapan telah mencapai sekitar 60 persen dan terus dikebut melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Gotong royong dilaksanakan di kawasan Ulu Padang, Kamis, 9 Juli 2026, dengan melibatkan Pemerintah Desa Pulau Patai, Panitia Festival Nariuk VI, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Timur, serta Karang Taruna.

Kegiatan difokuskan pada pembersihan dan penataan lokasi festival, mulai dari area parkir, kawasan pelaku UMKM, jalur pengunjung hingga sejumlah titik yang akan menjadi pusat aktivitas selama festival berlangsung. Penataan tersebut dilakukan agar seluruh fasilitas siap digunakan saat ribuan pengunjung memadati lokasi festival.

Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, mengatakan gotong royong merupakan bagian dari percepatan penyelesaian berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Festival Nariuk VI.

"Kami bersama panitia, BPD, Disbudparpora dan Karang Taruna melaksanakan gotong royong untuk membersihkan serta menata lokasi festival, termasuk area parkir, UMKM dan fasilitas lainnya. Hingga hari ini persiapan sudah mencapai 60 persen, dalam beberapa hari ke depan kami terus melakukan persiapan hingga waktu penyelenggaraan," ujarnya usai kegiatan.

Menurut Sumardi, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memastikan festival budaya tahunan tersebut dapat terselenggara dengan baik sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta maupun wisatawan.

Berdasarkan rencana sementara, Festival Nariuk VI dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026. Namun, panitia masih terus memantau kondisi alam, khususnya kedalaman air Sungai di kawasan Lubuk Ulu Padang yang menjadi lokasi utama pelaksanaan tradisi Nariuk.

"Saat ini air masih dalam, mudah-mudahan dalam dua pekan ke depan curah hujan berkurang dan air sungai tidak dalam lagi," kata Sumardi.

Ia menegaskan, keputusan final mengenai jadwal pelaksanaan akan mempertimbangkan faktor keselamatan peserta serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang akan disampaikan panitia.

"Kami mengimbau masyarakat yang ingin menghadiri Festival Nariuk VI agar terus memantau informasi resmi dari panitia, termasuk melalui BERITA62.COM sebagai media partner resmi festival," tambahnya.

Selain mematangkan lokasi kegiatan, panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta. Juara pertama kategori ikan terberat akan memperoleh hadiah Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta. Tersedia pula hadiah juara harapan I sebesar Rp650 ribu, juara harapan II Rp600 ribu, serta juara harapan III Rp500 ribu.

Panitia juga memberikan penghargaan bagi peserta tercepat dengan hadiah Rp500 ribu dan kategori tim favorit senilai Rp500 ribu.

Pendaftaran peserta Festival Nariuk VI dibuka mulai 11 Juli 2026 dengan biaya registrasi sebesar Rp30 ribu per peserta.

Dengan progres persiapan yang telah mencapai 60 persen, panitia optimistis seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Festival Nariuk VI kembali menjadi agenda budaya yang meriah sekaligus mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM.

Festival Nariuk sendiri merupakan agenda budaya yang mengangkat tradisi Dayak Maanyan dalam menangkap ikan secara bersama-sama menggunakan alat tangkap tradisional bernama Tariuk saat debit air sungai mulai surut. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan masyarakat terhadap kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Seiring perkembangannya, tradisi tersebut dikemas menjadi atraksi budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Maanyan kepada masyarakat luas. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)