BORNEONEWS, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mendesak Amerika Serikat dan Iran segera kembali ke meja perundingan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
PBB menilai jalur diplomasi menjadi langkah mendesak untuk menghentikan aksi saling balas dan menjaga stabilitas kawasan maupun dunia.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran harus segera dihentikan.
"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," kata Dujarric kepada wartawan, dikutip di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dujarric dimintai tanggapan mengenai sikap Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Dujarric menegaskan, konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya berdampak terhadap keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian dunia.
Karena itu, semua pihak yang terlibat diminta memahami bahwa perundingan menjadi jalan terbaik untuk mengakhiri ketegangan.
"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu dini hari, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Di sisi lain, militer Iran melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
PBB kembali menekankan pentingnya penghentian aksi balasan agar konflik tidak semakin meluas dan berdampak lebih besar terhadap keamanan internasional.
ANTARA









