JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Bek tim nasional Inggris, Jarell Quansah, dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan setelah menerima kartu merah pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sanksi itu membuat pemain Bayer Leverkusen tersebut dipastikan absen saat Inggris menghadapi Norwegia pada laga perempat final.

FIFA mengumumkan hukuman tersebut setelah menilai pelanggaran Quansah saat melawan Meksiko masuk kategori serious foul play atau pelanggaran berat.

Quansah mendapat kartu merah pada menit ke-54 ketika Inggris menang 3-2 atas Meksiko. Ia diusir wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo.

Akibat pelanggaran itu, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan tambahan satu laga di luar hukuman otomatis satu pertandingan karena kartu merah.

Dengan demikian, Quansah tidak dapat bermain saat Inggris melawan Norwegia pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Jika The Three Lions lolos ke semifinal, pemain berusia 23 tahun itu juga tetap harus menjalani hukuman. Artinya, ia akan absen apabila Inggris bertemu pemenang laga Argentina kontra Swiss.

Quansah baru bisa kembali tampil jika Inggris mampu mencapai partai final yang dijadwalkan berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026.

Federasi Sepak Bola Inggris atau FA sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Namun, sesuai regulasi turnamen, tidak tersedia mekanisme untuk menggugat sanksi disiplin yang dijatuhkan FIFA dalam kasus ini.

Keputusan terhadap Quansah kembali memunculkan sorotan terkait konsistensi penerapan hukuman disiplin selama Piala Dunia 2026.

Sorotan itu muncul karena kasus Quansah dibandingkan dengan sanksi yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Balogun sebelumnya juga mendapat kartu merah karena pelanggaran berat saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Berdasarkan aturan serupa, penyerang berusia 25 tahun tersebut semestinya berpotensi menerima larangan bermain dua pertandingan.

Namun, FIFA hanya menjatuhkan larangan bermain satu laga kepada Balogun. Sementara itu, tambahan hukuman satu pertandingan ditangguhkan selama 12 bulan.

Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Kontroversi penerapan disiplin itu juga membuat Federasi Sepak Bola Prancis mengajukan protes atas kartu kuning yang diterima Michael Olise saat melawan Paraguay.

Meski demikian, protes tersebut akhirnya ditolak oleh FIFA.

ANTARA