PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Palangka Raya menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah lembaga kemasyarakatan.

Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dan kemitraan dalam penanggulangan bencana di wilayah Kota Palangka Raya.

Kegiatan tersebut dipimpin Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi.

Penandatanganan kerja sama turut melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga mitra yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Beberapa lembaga yang terlibat antara lain Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia atau AMPI Kota Palangka Raya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kota Palangka Raya, LPBI-NU, Banser NU, serta Dewan Masjid Indonesia atau DMI Kota Palangka Raya.

Hendrikus mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan bencana di tingkat kota.

"Melalui kerja sama ini, diharapkan kesiapsiagaan serta kemampuan penanganan bencana di wilayah Kota Palangka Raya semakin kuat dan cepat tanggap," kata Hendrikus, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam menghadapi potensi bencana.

Jaringan dan sumber daya manusia yang dimiliki lembaga kemasyarakatan dinilai dapat membantu memperluas jangkauan penanganan di lapangan.

BPBD Palangka Raya menilai keterlibatan mitra dari berbagai elemen masyarakat sangat penting, terutama dalam mempercepat informasi, evakuasi, serta pendistribusian bantuan saat terjadi bencana.

Selain itu, kehadiran lembaga kemasyarakatan juga diharapkan dapat memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Melalui kemitraan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk saling mendukung, berkoordinasi, dan bekerja sama dalam penanggulangan bencana.

"Tujuannya agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan perlindungan serta rasa aman yang maksimal bagi seluruh masyarakat Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/J)