BORNEONEWS, Teheran - Angkatan bersenjata Iran menyatakan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz mulai pulih secara bertahap.
Aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut disebut telah mencapai sekitar 50 persen dibandingkan kondisi sebelum konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, sebagaimana dikutip kantor penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Kamis, 9 Juli 2026.
"Kami memberikan penghormatan kepada para pembela Islam yang pemberani yang berhasil mengamankan kendali atas Selat Hormuz dan menjamin keselamatan di kawasan tersebut," demikian pernyataan IRGC.
IRGC menyebut pemulihan aktivitas pelayaran dilakukan secara bertahap. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz diperkirakan terus meningkat seiring situasi keamanan di kawasan tersebut.
"Kami mendorong dimulainya kembali aktivitas pelayaran secara bertahap hingga mencapai 50 persen dari tingkat sebelum perang dan terus meningkat," tulis IRGC dalam pernyataannya.
Iran juga menyatakan memberikan izin melintas kepada kapal-kapal yang mematuhi aturan keselamatan.
Selain itu, kapal yang melintasi Selat Hormuz diminta mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh otoritas Iran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sejumlah wilayah di Iran.
Sebagai respons, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati kedua pihak.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran penting bagi distribusi energi dunia. Karena itu, perkembangan keamanan di kawasan tersebut menjadi perhatian banyak negara.
ANTARA









