PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam menghadapi tantangan pembangunan pasca penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja DPRD Kota Banjarbaru di DPRD Kota Palangka Raya. Pertemuan itu dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky.

Subandi menyatakan bahwa, hubungan kerja sama antara DPRD Kota Palangka Raya dan DPRD Kota Banjarbaru perlu terus diperkuat agar kedua daerah dapat saling bertukar pengalaman dalam menyusun kebijakan pembangunan yang efektif.

“Kerja sama DPRD Palangka Raya dan Banjarbaru harus gaspol berkolaborasi membangun daerah, meski ada tantangan pemotongan TKD,” ujar Subandi, Jumat 10 Juli 2026.

Menurutnya, pemangkasan TKD tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan semangat pembangunan daerah. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat sinergi antar lembaga.

Dalam pertemuan itu, kedua DPRD membahas berbagai strategi pengelolaan anggaran agar program-program prioritas tetap dapat berjalan meskipun terdapat keterbatasan fiskal.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky, menyampaikan bahwa Kota Banjarbaru juga menghadapi dampak signifikan akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah. Oleh karena itu, koordinasi dengan DPRD daerah lain dinilai penting untuk mencari solusi bersama.

"Melalui kolaborasi tersebut, DPRD Kota Palangka Raya dan DPRD Kota Banjarbaru berharap dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan fiskal, sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan demi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. (MARINI/Y)