PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat ditutup sementara dapat segera kembali beroperasi pada tahun ajaran baru guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, berdasarkan pembaruan terbaru, terdapat lima SPPG di Kota Palangka Raya yang ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan dilakukan karena adanya evaluasi dan perbaikan terhadap standar sanitasi serta pengelolaan limbah di fasilitas tersebut.

Hasan mengatakan bahwa masyarakat memiliki beragam pandangan terhadap Program MBG. Namun, ia menilai program tersebut memiliki manfaat penting bagi peserta didik, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan mengurangi beban uang jajan anak di sekolah.

“Kami berharap pada tahun ajaran baru, BGN dapat memberikan keringanan agar SPPG yang sedang dievaluasi dapat segera memenuhi persyaratan dan kembali berjalan. Program MBG ini sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi uang jajan anak sekaligus meningkatkan asupan gizi mereka,” ujar Hasan, Jumat 10 Juli 2026.

Menurutnya, perbaikan standar sanitasi dan pengelolaan limbah tetap harus menjadi perhatian utama agar pelayanan makanan kepada peserta didik dapat berlangsung dengan aman dan sehat.

Ia juga meminta agar proses evaluasi dan perbaikan dilakukan secara cepat dan terukur, sehingga tidak menghambat keberlangsungan program yang dinilai penting bagi masyarakat.

“Standar kebersihan dan keamanan pangan tentu harus dipenuhi. Tetapi kami juga berharap ada solusi yang memungkinkan program ini tetap berjalan setelah persyaratan dipenuhi,” katanya.

Hasan menambahkan, DPRD Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan perbaikan SPPG dan pelaksanaan Program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik.

Ia berharap koordinasi antara BGN, pemerintah daerah, dan pihak terkait dapat menghasilkan langkah yang tepat sehingga pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak di Kota Palangka Raya dapat berjalan secara berkelanjutan. (MARINI/Y)