BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai bahwa edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat dalam menyikapi isu LGBTQ yang belakangan menjadi perhatian publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan menanggapi wacana terkait kebijakan nasional yang dikaitkan dengan isu LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang komprehensif agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berkembang di ruang publik.
"Pendekatan edukatif dinilai lebih tepat untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku di Indonesia," katanya, Jumat 10 Juli 2026.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda.
“Yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, agar mereka memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai sosial dan budaya yang dijunjung di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa, penyebaran perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma sosial dapat berdampak pada tatanan sosial masyarakat.
Karena itu, menurut Hasan, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter dan pembinaan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Selain itu, Hasan menilai bahwa masyarakat perlu diajak berdialog secara terbuka dan bijak agar tidak terjadi kesalahpahaman atau stigma yang berlebihan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan moral yang berlaku di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hasan juga menegaskan bahwa, pemerintah daerah bersama DPRD akan terus mendorong program-program edukasi yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial masyarakat. (MARINI/y)









