BORNEONEWS, Nanga Bulik – Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Lamandau tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi budaya, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi hasil pertanian dan memperkuat kebersamaan masyarakat. Melalui kirab 43 gunungan hasil bumi, masyarakat diajak mensyukuri hasil panen sekaligus menjaga warisan budaya yang telah berkembang selama bertahun-tahun.
Sebanyak 720 peserta mengikuti kirab budaya yang melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Nanga Bulik. Gunungan yang dibawa peserta berisi beragam hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi simbol kemakmuran serta potensi ekonomi masyarakat Kabupaten Lamandau.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menilai Grebeg Suro memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai gotong royong sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
"Saya menyambut baik penyelenggaraan Grebeg Suro yang memadukan pelestarian budaya dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan," kata Rizky saat menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
Selain kirab budaya, pelaksanaan Grebeg Suro juga diisi berbagai kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, khitan massal, dan donor darah. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sepanjang rute kirab, masyarakat tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi yang diiringi berbagai pertunjukan seni tradisional. Penampilan Reog Ponorogo, kuda lumping, musik tradisional, hingga beragam pakaian adat turut menambah semarak perayaan.
"Budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, semangat kebersamaan dan rasa syukur perlu terus dipelihara," ujar Bupati.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian gunungan hasil bumi kepada masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol berbagi keberkahan sekaligus harapan agar sektor pertanian dan perekonomian masyarakat Lamandau terus berkembang, sejalan dengan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam perayaan Grebeg Suro. (NATALIA KRISTIN/H)









