NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Gunungan hasil panen menjadi pusat perhatian dalam perayaan Grebeg Suro Kabupaten Lamandau 2026. Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Rusa, Rabu, 8 Juli 2026 untuk menyaksikan sekaligus mengikuti tradisi perebutan gunungan yang berisi aneka hasil bumi dari seluruh kecamatan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, gunungan hasil panen merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang telah diperoleh. Tradisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan.

"Grebeg Suro bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah dan kebersamaan masyarakat Lamandau," ujar Rizky.

Gunungan yang dihias dengan jagung, padi, sayuran, buah-buahan, dan berbagai hasil perkebunan diarak mengelilingi kawasan Bundaran Rusa sebelum akhirnya diperebutkan masyarakat. Momen tersebut menjadi puncak acara yang selalu dinantikan setiap penyelenggaraan Grebeg Suro.

Rizky menuturkan tradisi perebutan gunungan bukan sekadar memperebutkan hasil panen, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, persaudaraan, dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat yang membawanya pulang.

"Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi pengingat bahwa hasil bumi yang kita nikmati harus selalu disyukuri serta dijaga bersama," katanya.

Selain menjadi simbol syukur, Grebeg Suro juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menghadirkan ribuan pengunjung ke Kabupaten Lamandau. Pemerintah daerah berharap tradisi tersebut terus berkembang sebagai agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. (NATALIA KRISTIN/H)