SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Warga di sepanjang Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyatakan mendukung pembangunan drainase dan bersedia memberikan akses pembongkaran pada bagian bangunan yang terdampak proyek tersebut.

"Untuk kegiatan pembangunan drainase di Jalan D.I. Panjaitan, kami sudah melakukan sosialisasi kepada pemilik rumah dan pedagang. Mereka diminta memindahkan dagangan serta bersedia apabila ada pembongkaran pada titik yang akan dibangun drainase. Alhamdulillah pada prinsipnya semuanya bersedia dan tidak ada keberatan," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan drainase akan dilakukan di kedua sisi Jalan DI Panjaitan. Untuk sisi kanan, saluran akan dibangun dari sungai Mentawa hingga Jalan Pelita. Sementara di sisi kiri, berdasarkan informasi dinas terkait, pembangunan direncanakan belum seluruhnya tuntas.

Menurut Irpansyah, proyek tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di kawasan Jalan Pelita dan DI Panjaitan yang kerap tergenang saat hujan deras.

"Harapan kami setelah drainase di Jalan D.I. Panjaitan selesai, pembangunan saluran di Jalan Pelita juga dilanjutkan. Kalau tidak, air tetap akan tertahan karena masih ada saluran yang tersumbat sehingga genangan masih terjadi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat hujan lebat, genangan di Jalan Pelita bisa mencapai di atas mata kaki. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian ruas Jalan DI Panjaitan karena aliran air bermuara ke kawasan tersebut.

Irpansyah menambahkan, warga yang sebelumnya membuat penutup atau pengecoran di atas drainase juga telah menyatakan kesediaannya untuk dilakukan pembongkaran oleh kontraktor pelaksana.

"Warga mendukung. Bahkan mereka mengizinkan jika pembongkaran dilakukan oleh pihak pemborong. Sosialisasi sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk pada Juni lalu di kantor kelurahan," tambahnya.

Ia berharap proyek tersebut dapat segera dimulai agar persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat tidak kembali terulang saat musim hujan.

Adapun pembangunan drainase di Jalan DI Panjaitan akan melintasi dua wilayah, yakni Kelurahan Ketapang dan Kelurahan Mentawa Baru Hilir, mulai dari Jembatan Sungai Mentawa hingga Jalan Pelita. Berdasarkan data Dinas SDABMBKPRKP Kotim, proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp7,35 miliar. (DEWI PATMALASARI/H)