BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau mulai memperkuat upaya pelestarian tanaman pangan lokal melalui Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Program tersebut diarahkan untuk menjaga keberadaan sumber daya genetik tanaman lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan konservasi tanaman pangan lokal perlu menjadi perhatian karena tidak hanya berkaitan dengan pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi langkah strategis menjaga ketersediaan pangan di masa depan.
"Program CDCSUI diharapkan mampu mendukung pelestarian sumber daya genetik tanaman lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Rizky.
Dalam pelaksanaannya, Kabupaten Lamandau akan mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kawasan percontohan konservasi. Komoditas yang diprioritaskan meliputi padi lokal, talas lokal, dan uwi yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan plasma nutfah daerah.
Selain menentukan lokasi konservasi, pemerintah daerah juga menyelaraskan rencana kerja program dengan kebijakan pembangunan di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Langkah tersebut diharapkan membuat pelaksanaan program lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Pelestarian tanaman lokal bukan sekadar menjaga warisan, tetapi juga menjadi investasi untuk memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan di daerah," ujar Bupati.
Melalui proyek ini, Pemkab Lamandau berharap potensi tanaman pangan lokal dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, konservasi plasma nutfah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan daerah. (NATALIA/H)









