SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim menggelar pemilihan Duta UMKM 2026 sebagai langkah memperkuat promosi produk lokal.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pembinaan, pemasaran, dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan atau DKUKMPP Kotim, Muslih, mengatakan pemilihan Duta UMKM baru pertama kali dilaksanakan di daerah tersebut.

“Kami di sini hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan pembinaan terhadap UMKM. Pemilihan Duta UMKM ini pertama kali dilaksanakan di Kotim,” kata Muslih di Sampit, Minggu, 12 Juli 2026.

Muslih menjelaskan, pemilihan Duta UMKM menjadi salah satu strategi pemerintah daerah menghadirkan pendamping yang mampu membantu pelaku usaha.

Dari ajang tersebut, dipilih enam Duta UMKM yang akan menjadi mitra DKUKMPP Kotim dalam mendukung pelaku usaha lokal.

Para duta tersebut akan membantu pada aspek promosi, pemasaran, serta penguatan citra produk UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas.

Menurut Muslih, peran Duta UMKM tidak berhenti setelah proses seleksi selesai. Para finalis terpilih akan mendapat pembinaan secara bertahap melalui berbagai pelatihan.

Pelatihan tersebut melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika serta narasumber lain yang memiliki kompetensi dalam pemasaran digital, komunikasi publik, dan pengembangan usaha.

Muslih mengatakan, langkah ini juga menjadi bentuk inovasi pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Karena itu, DKUKMPP Kotim berupaya membangun kolaborasi dengan perusahaan maupun instansi lain untuk mendukung pelatihan dan pemberdayaan UMKM.

“Kami berinovasi dengan menggandeng pihak ketiga, baik perusahaan maupun instansi lain, melakukan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM. Nantinya Duta UMKM inilah yang mendampingi kami dalam program-program pembinaan tersebut,” ujarnya.

Ia menilai pola pemasaran produk saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi.

Pelaku UMKM tidak lagi cukup hanya mengandalkan cara penjualan konvensional, tetapi juga perlu memanfaatkan media sosial dan platform digital.

Menurutnya, promosi digital menjadi salah satu kunci agar produk UMKM Kotim dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Sekarang kita tidak bisa lagi berjualan dengan cara tradisional. Kita harus memanfaatkan media sosial agar produk bisa viral, tersebar lebih luas dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar,” katanya.

Pemilihan Duta UMKM 2026 terbuka bagi masyarakat berusia 17 hingga 30 tahun.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK, hingga masyarakat umum.

Muslih menyebut target peserta sebanyak 15 orang berhasil terpenuhi, meski proses penjaringan sempat terkendala masa libur sekolah.

Dari total peserta tersebut, panitia memilih enam orang Duta UMKM yang memiliki bidang tugas berbeda sesuai kompetensi masing-masing.

Dalam proses seleksi, panitia mengutamakan peserta yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum, komunikasi yang baik, serta pengetahuan dasar teknologi informasi.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena Duta UMKM akan menjadi bagian dari upaya promosi produk lokal dan pendampingan pelaku usaha.

Muslih berharap keberadaan Duta UMKM dapat membantu memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha di Kotim semakin adaptif terhadap perkembangan digital.