BORNEONEWS, Palangka Raya - Kerusakan ruas Jalan HM Arsyad atau jalur Sampit-Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur segera ditangani.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk perbaikan jalan tersebut.
Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, usai ia mengikuti rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng.
Menurut Hafid, alokasi anggaran tersebut sekaligus menjawab tuntutan dan keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan HM Arsyad yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan.
"Sudah teranggarkan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja," kata Abdul Hafid, Minggu, 12 Juli 2026.
Ketua DPD PAN Kotim itu menjelaskan, proses perbaikan saat ini telah memasuki tahapan lelang dan masih berada pada masa sanggah.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.
"Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Mereka memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan," ujarnya.
Kondisi Jalan HM Arsyad saat ini memang cukup memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi jalur utama penghubung Kotawaringin Timur dan Seruyan tersebut mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Kerusakan itu berupa lubang, aspal terkelupas, hingga permukaan jalan bergelombang.
Kondisi tersebut membuat kecelakaan lalu lintas di ruas Sampit-Samuda kerap terjadi. Sejumlah insiden bahkan dilaporkan menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia.
Saat musim hujan, kondisi jalan semakin membahayakan karena lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Selain itu, tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari diduga turut mempercepat kerusakan jalan.
Padahal, Jalan HM Arsyad merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi antarwilayah.
Keluhan juga disampaikan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Rahman, salah seorang pengendara, mengatakan kondisi jalan sangat membahayakan, terutama pada malam hari.
"Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang," ungkapnya.
Menanggapi rencana perbaikan tersebut, Abdul Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek.
Ia berharap pengawasan masyarakat dapat memastikan kualitas pekerjaan sesuai ketentuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan pengguna jalan.
"Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama," ucap mantan Ketua PWI Kotim tersebut.
Hafid berharap perbaikan Jalan HM Arsyad dapat berjalan maksimal dan menghasilkan kualitas jalan yang lebih baik.
Dengan begitu, ruas Sampit-Samuda diharapkan kembali aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah. (DEWI PATMALASARI/J)









