BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk memperoleh keuntungan besar saat harga cabai melonjak tinggi, sejumlah pengepul di pasar tradisional memainkan trik berdagang. Inilah salah satu trik yang diungkapkan sumber Borneonews.
Menurut sumber tersebut, pengepul dalam membeli cabai hasil panen petani mengelompokkan dalam tiga jenis. Yakni cabai mentah atau belum matang (hijau), cabai setengah matang (putih rona kemerahan) dan cabai matang (merah).
Ketiga jenis cabai itu mempunyai tingkatan harga yang berbeda. Untuk cabai hijau pengepul memberi harga Rp40 ribu per kg. Cabai putih rona kemerahan Rp60 ribu dan cabai berwarna merah Rp95 ribu.
Tiga jenis cabai itu kemudian dioplos. Pengepul menjual dengan mengambil harga tertinggi sehingga dengan praktek curang ini pengepul akan memperoleh keuntungan hingga 50%.
"Kalau mau bersikap, adil harga yang dilempar ke pasaran juga bervariasi sesuai tingkat kematangan cabai. Kalau dioploskan jadinya mahal dan keuntungan menjadi besar, ini yang menyebabkan harga cabai di pasar perbedaannya 50 persen dari harga ambil ke petani," ungkap sumber Borneonews, sebut saja Anang, yang meminta identitasnya disamarkan. (KOKO SULISTYO/B-2)








