JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Jannik Sinner dan Alexander Zverev akan memperebutkan gelar juara Wimbledon 2026 dalam laga final di All England Club, London, Minggu malam, 12 Juli 2026, waktu Indonesia barat.

Pertandingan tersebut mempertemukan petenis nomor satu dunia dengan Zverev yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai French Open pada bulan lalu.

Gelar di Roland Garros menjadi trofi Grand Slam pertama bagi petenis Jerman berusia 29 tahun itu setelah beberapa kali gagal dalam pertandingan penentuan.

“Setelah menjuarai Grand Slam, Anda mengetahui cara melakukannya dan merasa mampu mengulanginya,” kata Zverev seperti dikutip dari laman ATP.

Final Wimbledon menjadi kesempatan bagi Zverev untuk mencatat sejarah sebagai petenis putra pertama pada era Open yang menjuarai dua turnamen Grand Slam secara beruntun.

Ia juga berpeluang menjadi petenis ketujuh yang mampu merebut gelar French Open dan Wimbledon dalam tahun yang sama.

Meski demikian, Zverev menghadapi tantangan berat. Ia menelan kekalahan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Sinner.

Kedua petenis juga belum pernah berhadapan dalam pertandingan level tur di lapangan rumput.

Karakter lapangan Wimbledon diperkirakan dapat menguntungkan Zverev. Servis keras petenis bertinggi badan 198 sentimeter itu menjadi salah satu senjata utama di permukaan cepat dengan pantulan bola yang rendah.

Sinner menyadari ancaman tersebut. Petenis Italia berusia 24 tahun itu memperkirakan pertandingan final akan berlangsung berbeda dibandingkan pertemuan mereka sebelumnya.

Sinner melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Novak Djokovic pada babak semifinal.

Unggulan pertama itu tampil dominan sepanjang turnamen. Ia tidak kehilangan satu set pun sejak harus bermain lima set melawan Miomir Kecmanovic pada pertandingan pembuka.

“Kepercayaan dirinya sedang bagus dan dia terlihat sangat rileks di lapangan,” ujar Sinner mengenai penampilan Zverev.

Sinner mengincar gelar Grand Slam kelima sepanjang kariernya setelah melewati musim yang penuh tantangan.

Ia sebelumnya tersingkir dari semifinal Australian Open setelah dikalahkan Djokovic. Sinner juga gagal mempertahankan keunggulan dua set saat menghadapi Juan Manuel Cerundolo di French Open.

Namun, Sinner kembali menunjukkan konsistensi dengan membukukan 30 kemenangan beruntun pada awal musim dan memenangi lima turnamen ATP Masters 1000 secara berturut-turut.

Catatan tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu petenis paling dominan di sektor putra.

Zverev juga membawa modal positif berupa 11 kemenangan beruntun di turnamen Grand Slam. Ia dipastikan menggantikan Carlos Alcaraz sebagai petenis nomor dua dunia setelah Wimbledon.

Final Sinner melawan Zverev diprediksi menjadi pertarungan antara konsistensi pemuncak peringkat dunia dan ambisi juara Grand Slam baru untuk menegaskan posisinya dalam persaingan tenis putra.

ANTARA