BORNEONEWS, Moskow – Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan negaranya tidak memiliki rencana menyerang negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Moskow juga mengaku tetap terbuka untuk melakukan dialog mengenai keamanan internasional.
Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri Rusia Vladislav Maslennikov mengatakan, dialog dapat dilakukan selama kepentingan Rusia dan prinsip kesatuan keamanan tetap dihormati.
“Kami telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia tidak berniat menyerang negara sekutu NATO dan tetap terbuka untuk berdialog,” kata Maslennikov kepada RIA Novosti, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurutnya, pembicaraan harus berlandaskan prinsip dasar keamanan internasional, terutama pandangan bahwa keamanan suatu negara tidak boleh dibangun dengan mengorbankan keamanan negara lain.
Maslennikov juga melontarkan kritik terhadap NATO. Ia menilai aliansi tersebut membutuhkan ancaman eksternal untuk mempertahankan keberadaannya.
“NATO tidak dapat hidup tanpa musuh eksternal sehingga organisasi itu terus mencari musuh,” ujarnya.
Ia menuding NATO cenderung mengedepankan pendekatan konfrontatif dan kekuatan militer dalam memperjuangkan kepentingannya.
Maslennikov juga menilai aliansi tersebut belum menunjukkan kesediaan bekerja sama untuk memperkuat keamanan dan stabilitas bersama.
Pernyataan tersebut merupakan sikap Pemerintah Rusia di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Moskow dan negara-negara anggota NATO.
Hingga kini, hubungan kedua pihak masih diwarnai perbedaan pandangan mengenai keamanan Eropa, penguatan militer NATO, serta konflik Rusia dan Ukraina. (ANTARA)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA









