SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kuota penjaringan murid baru Sekolah Rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk tahun ajaran 2026/2027 telah terpenuhi. Sebanyak 270 calon siswa dipastikan akan mengikuti program pendidikan berasrama yang digagas Kementerian Sosial.

"Kuota calon siswa tahun ajaran ini sebanyak 270 orang sudah terpenuhi. Dinas Sosial sudah melakukan penjaringan dan pada pleno tanggal 30 Juni kemarin sudah diputuskan. Jadi kuotanya sudah penuh," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kotim M Fahrizal Rahmani, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kuota tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), sesuai alokasi yang ditetapkan Kementerian Sosial.

Meski seluruh peserta didik telah ditetapkan, jadwal masuk sekolah dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih bersifat tentatif. Hal itu karena pembangunan beberapa fasilitas pendukung di kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim masih belum selesai.

"Jadwal masuk masih menunggu penyelesaian bangunan asrama. Penetapan waktunya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial berdasarkan kesiapan bangunan dan paling lama MPLS sudah selesai 10 Agustus 2026," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar sarana pendidikan sebenarnya telah siap digunakan. Ruang kelas, rumah susun guru, dan hunian tenaga pendidik telah selesai dibangun sehingga siap difungsikan.

Namun, masih terdapat beberapa fasilitas yang membutuhkan penyelesaian akhir, terutama asrama putri jenjang SD yang masih dalam tahap pengerjaan kamar mandi.

"Asrama putri SD masih ada pekerjaan di kamar mandi dan beberapa kelengkapan fasilitas yang belum maksimal. Sementara ruang kelas, rusun guru, dan rusun tenaga pendidik sudah siap digunakan," imbuhnya.

Lanjutnya, penggunaan kawasan Sekolah Rakyat nantinya akan dilakukan secara bertahap. Fasilitas yang telah selesai pembangunan akan langsung difungsikan sambil menunggu fasilitas lain yang masih dalam proses pembangunan. (DEWI PATMALASARI/j)