JAKARTA –

BORNEONEWS, Makassar – Perayaan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranas ke-46 di Kota Makassar mencatat nilai transaksi sekitar Rp4 miliar selama empat hari penyelenggaraan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, dampak ekonomi kegiatan tersebut tidak hanya terlihat dari transaksi di area pameran, tetapi juga dirasakan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, penyewaan kendaraan, hingga pelaku UMKM di luar stan.

Tito menyampaikan hal itu saat menutup rangkaian HUT Dekranas ke-46 di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu, 12 Juli 2026.

“Nilai transaksi yang tercatat sekitar Rp4 miliar. Namun, dampak ekonominya jauh lebih besar karena transportasi udara bergerak, transportasi lokal meningkat, hotel penuh, restoran ramai, jasa penyewaan kendaraan bertambah, dan UMKM di luar stan ikut merasakan manfaatnya,” kata Tito.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, pengurus Dekranasda, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan agenda nasional tersebut.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional membutuhkan koordinasi dan persiapan yang matang. Keberhasilan Makassar sebagai tuan rumah dinilai tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah provinsi, Wali Kota Makassar, pengurus Dekranasda, dan seluruh pihak yang membantu pelaksanaan kegiatan ini. Acara seperti ini tidak mudah diselenggarakan,” ujarnya.

Tito menilai perayaan HUT Dekranas ke-46 akan menjadi salah satu catatan penting bagi Makassar sekaligus memperkuat posisi kota tersebut sebagai tuan rumah kegiatan nasional.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Munafri dan Melinda Aksa atas kontribusi mereka dalam mendukung pengembangan wastra dan produk kriya di Sulawesi Selatan.

Wali Kota Makassar Munafri mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi momentum untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota penyelenggara berbagai agenda berskala nasional.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah selama empat hari turut menggerakkan sektor perhotelan, rumah makan, pusat oleh-oleh, jasa transportasi, penyewaan mobil, dan usaha masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Dampak nyata terlihat pada hotel, restoran, pusat oleh-oleh, rental mobil, dan berbagai sektor usaha lainnya,” kata Munafri.

Pemerintah Kota Makassar berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi setiap tamu yang datang. Langkah itu diharapkan membuat Makassar semakin dikenal sebagai kota yang ramah dan layak menjadi tuan rumah kegiatan nasional maupun internasional.

“Kami ingin terus memberikan pelayanan dan keramahtamahan yang baik kepada para tamu yang datang ke Kota Makassar,” tuturnya.

ANTARA