BORNEONEWS, Washington – Senator Amerika Serikat dari Partai Republik Lindsey Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun, Sabtu, 11 Juli 2026, waktu setempat.
Kantor Graham menyatakan politikus asal South Carolina tersebut meninggal setelah mengalami sakit singkat dan mendadak. Penyebab pasti kematiannya belum diumumkan kepada publik.
“Pada Sabtu malam, Senator Lindsey Graham meninggal dunia setelah mengalami sakit singkat dan mendadak. Keluarga menghargai seluruh doa dan meminta privasi pada masa yang sangat sulit ini,” demikian pernyataan kantornya.
Graham merupakan salah satu tokoh berpengaruh Partai Republik dan dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump di Kongres.
Trump menyampaikan dukacita dan mengenang Graham sebagai patriot yang bekerja keras serta salah satu senator terbaik yang pernah dikenalnya.
Graham pertama kali terpilih sebagai senator mewakili South Carolina pada 2002 setelah sebelumnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS sejak 1994.
Sebelum meninggal, ia menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat AS dan menjadi anggota sejumlah komite penting lainnya, termasuk Komite Kehakiman dan Komite Alokasi Anggaran.
Graham tengah mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima dalam pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Berdasarkan aturan South Carolina, gubernur akan menunjuk pengganti sementara untuk mengisi kursi yang ditinggalkannya.
Dalam perjalanan politiknya, Graham dikenal aktif menyuarakan kebijakan luar negeri AS. Ia merupakan pendukung kuat Ukraina dan Israel serta mendorong kebijakan tegas terhadap Rusia dan Iran.
Kegiatan politik terakhirnya adalah mengunjungi Kiev dan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Jumat, 10 Juli 2026. Pertemuan itu membahas kebutuhan pertahanan udara Ukraina dan rencana pemberian sanksi tambahan terhadap Rusia.
Kepergian Graham memicu ucapan dukacita dari sejumlah tokoh politik Amerika Serikat dan pemimpin negara lain yang pernah bekerja sama dengannya.
ANTARA/Anadolu









