BORNEONEWS, Pontianak – Himpunan Pramuwisata Indonesia Kalimantan Barat dan Sarawak Tour Guide Association memperkuat kerja sama pengembangan wisata lintas batas Indonesia-Malaysia melalui pertemuan perdana di Kuching, Sarawak.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara organisasi profesi pramuwisata di dua wilayah yang berbatasan langsung dan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata kawasan Borneo.
Ketua DPD HPI Kalbar Fahroollyadi mengatakan, kedekatan geografis Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas serta promosi destinasi wisata lintas negara.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun kemitraan strategis bagi peningkatan profesionalisme pramuwisata dan pengembangan wisata lintas negara,” kata Fahroollyadi di Sarawak, Minggu, 12 Juli 2026.
Delegasi HPI Kalbar turut diikuti Bendahara Sohirah, Biro Organisasi Iwan Ponti, Biro Hukum dan Etik Anwar, serta Biro Hubungan Internasional Victor William Totti.
Mereka disambut 26 pengurus dan anggota aktif Sarawak Tour Guide Association yang menyatakan komitmen untuk bersama-sama meningkatkan kualitas profesi pramuwisata di Pulau Borneo.
Dalam pertemuan sekitar dua jam itu, kedua organisasi membahas peningkatan kompetensi pemandu wisata, perlindungan profesi, standar pelayanan kepada wisatawan, etika kepemanduan, serta berbagai tantangan industri pariwisata di Indonesia dan Malaysia.
Kedua pihak juga bertukar pengalaman terkait pengelolaan organisasi profesi dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata.
Menurut Fahroollyadi, komunikasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme pramuwisata sekaligus memperkuat hubungan pariwisata Kalimantan Barat dan Sarawak.
Sejumlah peluang kerja sama turut dijajaki, mulai dari pertukaran informasi, pelatihan bersama, peningkatan kapasitas pemandu wisata, promosi destinasi, hingga penyusunan paket perjalanan lintas batas.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar destinasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di kedua wilayah.
DPD HPI Kalbar berharap pertemuan tersebut menjadi fondasi penguatan kerja sama pariwisata Indonesia-Malaysia di kawasan Borneo yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
ANTARA









