JEPARA –

BORNEONEWS, Beijing – China dan Rusia berencana terus memperluas cakupan serta kedalaman latihan gabungan angkatan laut setelah merampungkan tahap operasi laut dalam latihan Joint Sea-2026.

Kementerian Pertahanan China menyatakan pengembangan latihan akan tetap dilakukan berdasarkan prinsip keterbukaan, transparansi, dan rasa saling percaya antara kedua negara.

“Kedua pihak akan terus memperluas kedalaman dan cakupan latihan gabungan berdasarkan prinsip keterbukaan, transparansi, serta rasa saling percaya,” demikian keterangan pihak China, Minggu, 12 Juli 2026.

Tahap operasi laut Joint Sea-2026 berakhir pada Sabtu, 11 Juli 2026, setelah pasukan kedua negara menjalani sejumlah simulasi di perairan dekat Qingdao, Provinsi Shandong, China.

Latihan tersebut mencakup operasi penyelamatan kapal selam, serangan terhadap sasaran laut, pertahanan udara, serta penanggulangan serangan rudal.

China dan Rusia juga melaksanakan latihan dengan kekuatan serta amunisi nyata. Tahapan itu digunakan untuk menguji kemampuan pengintaian, peringatan dini, koordinasi komando, dan serangan bersama dalam lingkungan elektromagnetik yang kompleks.

Latihan Joint Sea-2026 dimulai pada Senin, 6 Juli 2026, di sebuah pelabuhan militer di Qingdao. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni pengumpulan kekuatan, perencanaan di pelabuhan, dan operasi di laut.

Menurut laporan militer China, latihan tanpa skenario baku itu memberikan kewenangan kepada komandan di lapangan untuk menentukan manuver formasi dan penggunaan kekuatan berdasarkan situasi latihan, kondisi perairan, serta cuaca.

Kegiatan tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan dan kemampuan operasi bersama sekaligus memperkuat kerja sama antara angkatan laut kedua negara.

Latihan angkatan laut bersama China dan Rusia telah digelar sejak 2012. Joint Sea kemudian berkembang menjadi agenda latihan rutin dan terlembaga antara militer kedua negara.

Setelah latihan berakhir, sebagian kapal perang China dan Rusia dijadwalkan melanjutkan patroli maritim bersama di sejumlah wilayah Samudra Pasifik.

Kementerian Pertahanan China menyebut latihan dan patroli itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menjaga perdamaian serta stabilitas regional dan internasional.

ANTARA