BORNEONEWS, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (BI Kalteng) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya menyelenggarakan Pelatihan UMKM Digital di Aula BKAD Kabupaten Seruyan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 pelaku UMKM sebagai upaya memperkuat kapasitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, marketplace, dan strategi pemasaran digital.
Transformasi digital, dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam bertransaksi.
Oleh karena itu, peningkatan literasi dan kapasitas digital pelaku UMKM menjadi langkah strategis agar mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Adrias, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di era ekonomi digital.
“Digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di era ekonomi digital. Melalui penguatan kapasitas digital, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, dan menciptakan peluang usaha yang lebih besar,” kata Yuliansah, Senin 13 Juli 2026.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Seruyan selaku Ketua ISEI Cabang Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi digital UMKM sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sesi pelatihan menghadirkan narasumber dari Shopee Jakarta dan Bakul Banua. Perwakilan Shopee membagikan strategi pemanfaatan marketplace, pemasaran digital, serta optimalisasi fitur-fitur digital untuk meningkatkan penjualan produk UMKM.
Sementara itu, Bakul Banua menyampaikan praktik terbaik pengembangan usaha berbasis digital, penguatan branding produk, serta strategi membangun usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Selain memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, para pelaku UMKM juga membangun jejaring dengan narasumber dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui program peningkatan kapasitas, termasuk digitalisasi usaha sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah," tambahnya. (MARINI/R)








