BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menyoroti masih tingginya ancaman polusi plastik terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, pencemaran plastik telah menjadi salah satu masalah serius yang berdampak pada berbagai ekosistem, mulai dari sungai, hutan, hingga lautan.
Hap menjelaskan bahwa limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari sumber daya alam dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Polusi plastik masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi ekosistem, mulai dari sungai, hutan, hingga lautan,” kata Hap, Senin 13 Juli 2026.
Penanganan polusi plastik tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
“Diperlukan langkah nyata dari seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta mendukung pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Hap Baperdu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif plastik terhadap lingkungan harus terus digencarkan melalui edukasi dan kampanye lingkungan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola sampah plastik.
Ia juga mendorong adanya dukungan terhadap program-program pelestarian lingkungan, seperti pengurangan sampah plastik, penguatan sistem pengelolaan sampah, serta pemanfaatan produk ramah lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang. (MARINI/R)









