SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Asisten III Setda Kabupaten Kotawaringin Timur, Bima Eka Wardhana mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan inovasi daerah, terutama terkait dengan dokumentasi dan pelaporan inovasi yang belum optimal.

Inovasi yang baik tidak hanya berhenti pada tahap implementasi, tetapi harus disertai dengan dokumentasi lengkap, bukti pendukung memadai, dan evaluasi berkelanjutan agar manfaat dan dampak inovasi tersebut dapat diukur secara jelas.

“Belum seluruh inovasi yang telah diterapkan terdokumentasi dan dilaporkan secara optimal. Padahal, inovasi yang baik tidak berhenti pada tahap implementasi, tetapi juga harus didukung dengan dokumentasi yang lengkap, bukti pendukung yang memadai, serta evaluasi yang berkelanjutan agar manfaat dan dampaknya dapat diukur secara jelas,” ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan asistensi terkait inovasi daerah sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut.

Ia berharap para peserta kegiatan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi dan berdiskusi agar setiap inovasi yang dimiliki perangkat daerah dapat memenuhi seluruh indikator penilaian yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa pelaporan inovasi bukan semata-mata untuk mengejar nilai Indeks Inovasi Daerah atau penghargaan Innovative Government Award (IGA), melainkan sebagai sarana mendokumentasikan praktik-praktik baik sekaligus bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Semakin baik kualitas pelaporan, semakin besar peluang inovasi daerah Kabupaten Kotawaringin Timur dikenal, direplikasi, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tegas Bima.

Dia mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada inovator, operator, dan PIC inovasi agar proses pelaporan dapat berjalan tepat waktu dengan data yang berkualitas.

"Kami optimistis dengan komitmen, kolaborasi, dan kerja keras seluruh perangkat daerah, Kabupaten Kotawaringin Timur mampu meningkatkan kualitas inovasi daerah dan meraih hasil lebih baik dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026, " pungkasnya.(DEVIANA/R)