PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah instansi mengoptimalkan operasi pemadaman darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang meningkat sepanjang Juli 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan kolaborasi tim darat dan udara diperlukan agar kebakaran dapat dikendalikan dengan cepat dan tidak meluas.

“Kolaborasi pemadaman darat dan udara merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan karhutla secara optimal,” kata Toyib di Palangka Raya, Senin, 13 Juli 2026.

Sebanyak empat helikopter diterjunkan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dua di antaranya merupakan helikopter pengebom air bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedangkan dua unit lainnya digunakan untuk patroli udara.

Helikopter pengebom air mulai beroperasi sejak 7 Juli 2026. Pemadaman udara telah dilakukan di sejumlah lokasi kebakaran, antara lain kawasan Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Bukit Tunggal di Kota Palangka Raya.

Operasi serupa juga dilakukan di Desa Eka Bahurui dan Desa Soren, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hingga Minggu, 12 Juli 2026, operasi pengeboman air di sejumlah lokasi karhutla telah menggunakan sekitar 2,36 juta liter air.

Toyib yang juga menjabat Komandan Harian Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah mengatakan jumlah kejadian kebakaran mengalami peningkatan pada Juli 2026.

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan Posko Krisis Karhutla Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kalimantan Tengah.

Meski terjadi peningkatan, penanganan oleh posko karhutla tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota sejauh ini masih relatif terkendali.

“Tetapi sejauh ini penanganan yang dilakukan Posko Karhutla, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, relatif masih terkendali,” ujarnya.

Salah satu kebakaran yang cukup menonjol terjadi di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Kebakaran di lokasi tersebut masih ditangani dan penyebaran api telah berhasil diblok oleh tim darat bersama tim udara.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli, edukasi masyarakat, serta operasi pemadaman.

“Kami bersinergi bersama TNI, Polri, relawan, dan unsur lainnya untuk mengoptimalkan penanganan karhutla,” katanya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas sekaligus menekan risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.