SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai merealisasikan program pemasangan sambungan rumah (SR) murah bagi masyarakat di sejumlah kawasan perumahan baru di Kota Sampit.

"Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui program SR Murah, sehingga masyarakat cukup membayar sebagian kecil dari biaya pemasangan normal," kata Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi, Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan program tersebut mencakup pemasangan 680 sambungan rumah yang tersebar di lima kompleks perumahan, yakni dua perumahan di Jalan Tidar IV dan tiga perumahan di Jalan Pramuka.

Melalui program tersebut, warga hanya membayar Rp300 ribu untuk pemasangan sambungan air bersih. Biaya tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tarif pemasangan reguler yang mencapai sekitar Rp1,98 juta.

Ia menjelaskan, program tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu melalui program pemerintah pusat. Saat itu Kotim sempat memperoleh alokasi sekitar 1.200 sambungan rumah.

Namun pelaksanaannya tertunda akibat keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Pada 2024 program tersebut bahkan batal dilaksanakan.

"Kami kembali mengusulkan pada 2025 dan akhirnya masuk dalam program reguler. Namun kuotanya berkurang menjadi 1.075 sambungan," ujarnya.

Selanjutnya, jumlah tersebut kembali dikurangi menjadi 680 sambungan karena meningkatnya harga material, terutama pipa. Meski demikian, Perumdam tetap membangun jaringan pipa utama agar dapat dimanfaatkan ketika ada tambahan program di masa mendatang.

"Kami memilih mengurangi jumlah sambungan, tetapi jaringan utama tetap dibangun. Jadi kalau nanti ada tambahan program, tinggal menyambungkan rumah-rumah baru tanpa membangun jaringan dari awal," tambahnya.

Ia mengakui selama proses persiapan sempat muncul keraguan dari masyarakat. Pasalnya, petugas telah beberapa kali melakukan survei dan pengukuran, namun pemasangan belum juga dimulai karena masih menunggu kepastian program dari pemerintah pusat.

"Pengukuran itu memang bagian dari persiapan. Alhamdulillah tahun 2026 program ini akhirnya bisa direalisasikan dan saat ini sedang berjalan," katanya.

Edy berharap program tersebut mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang layak, terutama di kawasan perumahan yang terus berkembang di Sampit.

Ia juga memastikan bertambahnya ratusan pelanggan baru tidak akan mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan lama karena kapasitas instalasi pengolahan air Perumdam Tirta Mentaya masih mencukupi.

"Memang jumlah pelanggan akan bertambah, tetapi kapasitas instalasi yang kami miliki masih mampu melayani kebutuhan tersebut sehingga distribusi air tetap aman," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)