BORNEONEWS, Kasongan- Sekelompok warga Katingan kembali melakukan aksi demo damai di kantor DPRD setempat, Senin (9/1/2017) siang. Aksi ini bertujuan agar lembaga wakil rakyat tersebut segera mengambil sikap terkait kasus hukum yang mendera Bupati Ahmad Yantenglie yang diduga terlibat skandar perselingkuhan dengan FY,  istri seorang polisi, yang saat ini kasusnya tengah ditangani Polda Kalimantan Tengah.

Pantauan Borneonews, sebelum menggelar demo di depan Kantor DPRD, sekitar 100-san warga sudah terlebih dulu berkumpul di pintu gerbang masuk kantor Bupati Katingan yang berjarak sekitar 300 meter dari kantor legislatif itu.

Selain membawa spanduk dan kertas karton berbagai tulisan hujatan, para pendemo dalam menggelar orasinya juga menampilkan iringan musik dangdutan yang sudah disiapkan di mobil bak terbuka.

Dalam orasinya, koordinasi aksi, Karliansyah membacakan beberapa poin tuntutannya di hadapan Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa, dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Selain meminta DPRD Katingan wajib melaksanakan amanat Pasal 80 ayat 1 huruf A dan B undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pendemo juga menuntut agar DPRD segera membentuk panitia khusus mengadakan investigasi perbuatan tercela yang diduga dilakukan Ahmad Yantenglie.

"DPRD Katingan wajib segera menerbitkan rekomendasi kepada Menteri Dalam Negeri agar pemerintah pusat membentuk tim khusus yang akan segera melakukan pemeriksaan khusus terhadap Bupati Katingan," teriak Karliansyah.

Para pendemo juga meminta komitmen para wakil rakyat segera menggelar paripurna terkait kasus yang mendera Ahmad Yantenglie tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Ignatius Mantir L Nussa meminta 10 orang perwakilan untuk masuk ke gedung DPRD guna melakukan pertemuan dengan dewan. (TIM/B-5).