BORNEONEWS, Sampit- Aksi balapan liar (Bali) di sejumlah ruas jalan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhir-akhir ini kembali marak walaupun polisi setempat sudah sering melakukan penertiban.
Hal tersebut sering terlihat di pertigaan Jl A Yani-HM Arsyad, Bundaran Balangan Jl Jendral Sudirman, dan juga di Bundaran Nanas Jl Tjilik Riwut.
“Hampir tiap akhir pekan ada saja pemuda yang balap liar di jalan ini, dan itu sangat menganggu kami,” ujar Mashud Badarudin, warga Jl A Yani, Sampit, Senin (9/1/2017).
Aksi Bali biasanya dilakukan setiap Minggu dini hari, tanpa memikirkan pengguna jalan lain dan warga sekitar yang sedang tidur lelap. Hal itu pun dianggap masyarakat sangat mengganggu dan membahayakan mereka. Apalagi sepeda motor yang digunakan mereka dipacu dengan kecepatan tinggi.
“Banyak pengguna jalan ini yang harus berhati-hati dan lebih dulu melihat para pembali. Karena mereka takut jadi korban laka lantas,” ungkap Mashud.
Selain Mashud, Wahab warga lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Di mana dia sangat khawatir kalau melintas pertigaan Jl A Yani-HM Arsyad pada pukul 00.00 WIB, terutama akhir pekan. Karena banyak pemuda yang menggelar aksi balap liar ditempat itu.
“Masih banyak yang melakukan aksi bali ini. Saya harap polisi bisa lebih cepat meninndaknya. Karena itu sangat membahayakan pengguna jalan,” kata Wahab. (M.HAMIM/B-5)








