PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Lansia Smart di Kelurahan Kereng Bangkirai terus berlanjut dengan kegiatan pelatihan membuat kerajinan tangan berbahan kawat berbulu yang diikuti para lansia di rumah Ketua RT 02/RW 01, Kelurahan Kereng Bangkirai, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari praktik mata kuliah Aged Care Clinical (ACC) mahasiswa D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Betang Asi Raya yang sebelumnya diawali dengan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi kesehatan.

Dosen Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Ika Mardiatul Ulfa, mengatakan tema besar program tersebut adalah mewujudkan Lansia Smart, yaitu lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

"Untuk kegiatan hari ini sebenarnya lanjutan dari mata kuliah Aged Care Clinical. Tema kami adalah mewujudkan Lansia Smart, di mana smart itu bukan hanya sehat, tapi mereka harus mandiri, aktif, dan juga produktif," katanya di Kelurahan Kereng Bangkirai, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, produktivitas lansia diwujudkan melalui pelatihan membuat berbagai kerajinan tangan dari kawat berbulu, seperti bunga, boneka, hingga gantungan hias. Kegiatan tersebut dipilih karena dapat menjadi aktivitas positif yang mengisi waktu luang para lansia.

Menurutnya, bahan baku yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh sehingga tidak membebani peserta. Selain itu, proses pembuatannya tidak memerlukan tenaga besar maupun peralatan yang rumit.

"Kawat berbulu lebih terjangkau. Bahannya mudah didapat, alat yang digunakan pun sederhana, hanya gunting dan bantuan polpen atau spidol untuk membentuk kerajinan. Lansia pun tidak memerlukan tenaga yang besar untuk membuatnya," ujarnya.

Ika menuturkan, selain mengembangkan kreativitas, hasil kerajinan tersebut diharapkan memiliki nilai ekonomi. Produk yang dihasilkan para lansia nantinya dapat dipasarkan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

"Kerajinan ini nantinya bisa diperjualbelikan. Jadi konsep mandiri dan produktif itu diharapkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga lansia. Nilai tambahnya bukan hanya kreativitas mereka yang bertambah, tetapi juga bisa menjadi pemasukan ketika hasilnya dijual," jelasnya.

Ia menambahkan, peluang pemasaran produk cukup terbuka karena Kelurahan Kereng Bangkirai memiliki kawasan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya para lansia kepada pengunjung.

Pelatihan kerajinan ini menghadirkan narasumber dari pengelola Akademi Kebidanan Betang Asi Raya sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya manusia yang dimiliki institusi.

Melalui pendampingan berkelanjutan, program Lansia Smart diharapkan tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan lansia, tetapi sekaligus membangun kemandirian ekonomi melalui kegiatan kreatif yang bernilai jual. (HERMAWAN DP/R)