BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dikeluhkan karena dinilai mengganggu aktivitas warga dan kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU dapat mencapai ratusan meter.
Akibatnya masyarakat harus menunggu lebih dari 30 menit untuk mendapatkan bahan bakar. Bahkan, sebagian pengendara mengaku pernah mengantre hingga satu jam sebelum akhirnya bisa mengisi BBM.
Situasi tersebut memunculkan harapan, agar pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret, untuk menertibkan antrean maupun mencari solusi atas persoalan yang terus berulang.
Menanggapi kondisi itu, Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi BBM.
"Dalam hal ini kami hanya bisa mengoordinasikan, karena memang untuk BBM ini sudah ada satgasnya. Jadi harapannya Pertamina Patra Niaga, aparat penegak hukum, SPBU sebagai operator, dan dalam hal ini pemerintah daerah bersama-sama mengatur dengan baik sehingga antrean dapat terurai," ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan antrean BBM membutuhkan sinergi seluruh unsur yang tergabung dalam satuan tugas, mengingat distribusi dan pengawasan BBM merupakan kewenangan lintas instansi.
Di sisi lain, masyarakat menilai kondisi antrean biasanya mulai berkurang ketika tim pengawas turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan penertiban.
Karena itu masyarakat berharap Satgas BBM bersama instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan secara rutin, sehingga antrean kendaraan tidak kembali menumpuk dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
Selain berdampak terhadap kelancaran lalu lintas, antrean panjang di SPBU juga dinilai berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada mobilitas kendaraan setiap hari.
"Kami berharap koordinasi yang dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menghasilkan langkah nyata, agar distribusi BBM berjalan lebih tertib, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan antrean panjang di SPBU tidak terus berulang," tuturnya. (DANANG/R)









