BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hanya berselang singkat setelah diamankan dan menjalani mediasi, pria pelaku Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) bernama Sahrin dilaporkan kembali lepas dan membuat keributan di tengah masyarakat pada hari ini, Selasa, 14 Juli 2026. Kejadian ini memicu keresahan baru karena komitmen damai yang sempat disepakati sebelumnya seolah tidak memberikan efek jera terhadap perilaku agresif pelaku.
Berdasarkan pantauan informasi terbaru yang dibagikan oleh warga di grup koordinasi Kapuas Gabungan, Sahrin dilaporkan kembali mengalami relapse (kumat) dan melakukan aksi perusakan. Hari ini, ia kedapatan mengamuk di sebuah toko milik warga di Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas serta merusak barang-barang dagangan yang sedang dipajang di sana.
"Masih tidak jera, hari ini hari Selasa masih saja kakek ini mengamuk di toko merusak barang jualan," tulis salah satu laporan warga yang dikirimkan ke grup koordinasi.
Laporan tersebut juga menyertakan dokumentasi visual yang memperlihatkan sosok pria paruh baya itu tengah berdiri di depan area pertokoan terbuka yang menjadi sasaran amarahnya.
Informasi yang berkembang di antara warga setempat mengindikasikan bahwa Sahrin sebenarnya baru saja keluar atau dibebaskan dari masa penahanan sementara atau pembinaan. Namun, kondisi psikologis pelaku yang diduga tidak stabil membuat perilakunya kembali tidak terkontrol sesaat setelah dirinya kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui diskusi yang beredar, terungkap pula bahwa pihak kelurahan sebenarnya telah melakukan edukasi mendalam mengenai kondisi kejiwaan Sahrin kepada pihak terkait dan keluarganya. Surat pernyataan perjanjian tertulis bahwa pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya pun sudah sempat ditandatangani, namun janji tersebut dilanggar hari ini.
Merespons amukan terbaru pada hari Selasa ini, perwakilan komunitas warga mengimbau agar setiap aksi perusakan atau pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh pelaku segera dilaporkan kembali secara terdata. Langkah pelaporan yang runtut ini dinilai penting agar aparat penegak hukum serta Dinas Sosial dapat segera mengambil tindakan lanjutan yang lebih konkret dan permanen pada keesokan harinya.
Hingga malam ini, warga Kapuas diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berpapasan dengan pelaku di jalan raya atau area publik. Para pelaku usaha dan pengendara disarankan untuk menjaga jarak aman serta segera menghubungi pihak kepolisian atau Satpol PP terdekat jika melihat tanda-tanda pelaku mulai bersikap agresif guna menghindari jatuhnya korban fisik maupun kerugian material yang lebih besar. (SABRIANOOR/y)









