BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menegaskan kesiapannya mendukung pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Komitmen tersebut dipaparkan langsung Bupati Barito Timur, M Yamin, saat menghadiri audiensi bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 14 Juli 2026.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari pembahasan pembentukan lima BNNK di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain Bupati Barito Timur, pertemuan itu juga dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo, para kepala daerah dari Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, dan Kabupaten Seruyan, serta jajaran pejabat struktural BNN RI.
Dalam paparannya, M Yamin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur telah menyiapkan berbagai kebutuhan sebagai syarat pembentukan BNNK. Kesiapan tersebut meliputi sarana dan prasarana, dukungan sumber daya manusia, hibah lahan untuk pembangunan kantor permanen, anggaran operasional hingga roadmap operasional sebagai bentuk keseriusan daerah dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
"Kehadiran BNNK di Kabupaten Barito Timur merupakan kebutuhan yang sangat penting. Posisi Barito Timur sebagai pintu gerbang Kalimantan Tengah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi kerawanan terhadap peredaran gelap narkotika. Karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan agar upaya pencegahan maupun penindakan dapat dilakukan secara lebih optimal," tegasnya.
Yamin menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya menyatakan dukungan secara administratif, tetapi juga telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat operasional lembaga tersebut.
"Kami telah menyiapkan gedung operasional sementara yang saat ini sedang direhabilitasi, lahan hibah untuk pembangunan kantor permanen, serta dukungan pembiayaan operasional sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperkuat program nasional pemberantasan narkoba," ujarnya.
Audiensi tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan lima BNN Kabupaten di Kalimantan Tengah. Melalui forum itu, masing-masing kepala daerah diminta mempresentasikan kesiapan wilayahnya sebagai bahan pertimbangan BNN RI dalam pembentukan instansi vertikal di daerah.
Pemkab Barito Timur berharap proses pembentukan BNNK dapat berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Keberadaan lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sekaligus mendukung terwujudnya Barito Timur yang bersih dari narkoba. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









