BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Kalimantan Tengah mengajak rombongan pengurus HISKI Pusat mengunjungi lokasi pelaksanaan ritual Tiwah di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Selasa malam, 14 Juli 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal Kalimantan Tengah kepada para akademisi dan pegiat sastra yang hadir dalam rangkaian kegiatan Festival Sastra dan Sarasehan Budaya yang digelar HISKI.
Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana, mengatakan pihaknya bersyukur dapat mengantar rombongan HISKI Pusat menyaksikan secara langsung salah satu tradisi adat Dayak yang masih lestari hingga saat ini.
"Alhamdulillah kami bisa mengantar rombongan HISKI Pusat ke tempat pelaksanaan ritual Tiwah di Kereng Bangkirai. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada para tamu dari berbagai daerah," ujarnya kepada Borneonews.
Menurut Alifiah, Tiwah merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan filosofis yang tinggi. Melalui kunjungan tersebut, rombongan dapat memahami secara langsung makna tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.
Ia menilai sastra dan budaya memiliki keterkaitan yang erat karena keduanya menjadi sarana untuk merekam serta mewariskan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
"Karena itu, pengenalan tradisi lokal kepada kalangan akademisi dan pegiat sastra menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian budaya," tuturnya.
Alifiah berharap kunjungan budaya tersebut dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberagaman budaya Nusantara. "Kami ingin para tamu tidak hanya mengikuti kegiatan ilmiah, tetapi juga merasakan langsung kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa," katanya lagi.(TESTI PRISCILLA)









