BORNEONEWS, Palangka Raya - Festival Sastra dan Sarasehan Budaya yang digelar Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga wadah kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.
Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana, mengatakan kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegiat literasi, seniman, budayawan hingga masyarakat umum. Bahkan, budayawan Kalimantan Tengah, Guntur, turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
"Peserta berasal dari seluruh elemen masyarakat. Bahkan ada Pak Guntur yang sebagai budayawan masih berkenan ikut terlibat. Ini menunjukkan semangat bersama untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah agar semakin dikenal secara nasional," ujar Alifiah pada kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi serumpun yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang untuk bertukar gagasan mengenai sastra dan budaya. Selain itu, HISKI juga menggelar lokakarya penulisan alih wahana yang diikuti 31 peserta individu. Dari jumlah tersebut, lima karya terbaik akan memperoleh apresiasi dari Dananesia.
Tak hanya itu, terdapat lima kelompok peserta yang menampilkan hasil alih wahana dalam bentuk berbagai produk kreatif. Produk-produk tersebut dipamerkan melalui bazar sekaligus dipresentasikan dalam sesi penampilan atau performance pada hari yang sama.
Menurut Alifiah, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Kota Palangka Raya, tetapi juga dari Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau. Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah diharapkan mampu memperkaya perspektif sekaligus memperluas promosi budaya Kalimantan Tengah.
"Setelah rangkaian lokakarya dan penampilan karya, hari ini juga dilaksanakan sarasehan budaya. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya melestarikan sastra, budaya, dan kearifan lokal Kalimantan Tengah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









