BORNEONEWS, Palangka Raya – Setiap musim kemarau tiba, kawasan pinggir Sungai di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, kembali dipenuhi aktivitas pasar dadakan yang menjual berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan. Keberadaan pasar musiman ini menjadi daya tarik bagi warga yang ingin mendapatkan ikan sungai dalam kondisi segar.
Pasar tersebut diisi para pedagang yang menjual hasil tangkapan nelayan setempat. Beragam jenis ikan sungai tersedia, seperti lais, bamban, baung, hingga patin liar, dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ketersediaan ikan di pasaran. Dibuka sejak pukul 07.00 Wib pagi - menjelang magrib.
Salah seorang pedagang, Wina, mengatakan seluruh ikan yang dijual merupakan hasil tangkapan nelayan di Sungai Kahayan. Menurutnya, saat musim kemarau hasil tangkapan nelayan cenderung meningkat sehingga banyak dijual di pasar dadakan tersebut.
"Ikan yang dijual semuanya hasil tangkapan nelayan di sungai. Harganya mengikuti pasaran. Misalnya ikan lais bamban dijual sekitar Rp80 ribu per kilogram," kata Wina, Rabu 15 Juli 2026.
Sementara itu, seorang warga, Sri, mengaku sengaja datang dari kawasan Jalan G.Obos XXIV untuk membeli ikan sungai segar. Ia menilai kualitas ikan yang dijual di pasar dadakan lebih baik karena baru ditangkap sebelum dipasarkan.
"Saya datang dari G.Obos XXIV karena ingin mencari ikan sungai yang masih segar. Pilihannya juga banyak dan harganya masih sesuai dengan kualitas ikannya," ujar Sri.
Keberadaan pasar dadakan ini tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh ikan segar, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para nelayan dan pedagang lokal.
"Saya berharap pasar musiman tersebut tetap berlangsung setiap musim kemarau karena mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar bantaran sungai," ujar warga lainnya, Rano saat berkunjung ke lokasi tersebut. (MARINI/H)









