PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong pengembangan ikan pipih khas Palangka Raya agar tidak hanya diolah menjadi kerupuk atau amplang, tetapi juga bertransformasi menjadi beragam produk pangan unggulan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut Khemal, ikan pipih merupakan salah satu hasil perikanan sungai yang memiliki cita rasa khas dan berpotensi menjadi identitas kuliner Palangka Raya. Potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui inovasi produk agar mampu bersaing di pasar oleh-oleh.

"Ikan pipih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Jangan hanya berhenti pada kerupuk atau amplang, tetapi harus ada transformasi menjadi produk pangan lain yang lebih inovatif dan bernilai ekonomi," kata Khemal, Rabu 15 Juli 2026.

Ia menilai, inovasi pengolahan akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan permintaan terhadap hasil tangkapan nelayan lokal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Kita ingin Palangka Raya memiliki lebih banyak pilihan oleh-oleh khas berbahan ikan lokal. Semakin beragam produknya, semakin kuat daya saing daerah dalam menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Khemal berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait memberikan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, hingga promosi kepada pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk olahan ikan pipih yang berkualitas, memiliki kemasan menarik, dan siap dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Palangka Raya. (MARINI/H)