BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur diminta waspada terhadap penyakit di musim kemarau seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi mengatakan kondisi cuaca yang panas, kering, serta debu yang meningkat dianggap menjadi pemicu utama gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Untuk mencegah kedua penyakit tersebut, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya, Rabu, 15 Juli 2026.
Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari, sering kali disertai tinja cair, sakit perut, mual, muntah, dan badan lemas.
Sementara ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan atas dengan gejala pilek, hidung tersumbat, batuk, radang tenggorokan, demam ringan, hingga sesak napas pada kondisi berat.
Dia mengungkapkan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit yang sering timbul di musim kemarau tersebut adalah pola hidup sehat.
Beberapa langkah sederhana yang disarankan Umar antara lain mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi air bersih dan makanan matang, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah atau di tempat berdebu, menjaga kebersihan lingkungan dan sirkulasi udara dalam rumah, serta menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat cukup, konsumsi gizi seimbang, olahraga rutin, dan pemenuhan kebutuhan cairan.
Umar juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala serius.
“Penderita diare perlu segera mendapatkan penanganan jika diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai darah pada tinja, muntah terus-menerus, atau menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil, mata cekung, dan tubuh lemas,” jelasnya.
Sedangkan bagi penderita ISPA, pemeriksaan medis harus segera dilakukan jika demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari, batuk semakin parah, sesak napas, sulit makan atau minum, serta tubuh terasa sangat lemas atau terus mengantuk.
Umar menegaskan bahwa pencegahan adalah langkah terbaik untuk mengurangi risiko penyakit selama musim kemarau.
“Masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar kesehatan keluarga tetap terjaga selama periode cuaca kering ini,” pungkasnya. (DEVIANA/R)









