PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti menegaskan pelestarian sastra dan budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar tradisi yang dimiliki setiap daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Sastra dan Sarasehan Budaya yang digelar HISKI di Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya pada Rabu, 15 Juli 2026.

Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia merupakan aset yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Novi mengatakan saat ini HISKI memiliki sekitar 3.000 anggota yang tergabung dalam 70 komisariat di berbagai daerah di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi kekuatan untuk memperluas gerakan pelestarian sastra dan budaya di tingkat nasional.

"HISKI memiliki sekitar 3.000 anggota yang tersebar di sekitar 70 komisariat di seluruh Indonesia. Inilah budaya dan sastra kita, mari kita lestarikan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik," kata Prof Novi dalam sambutannya.

Kegiatan seperti Festival Sastra dan Sarasehan Budaya tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan sastra daerah.

"Ini harus terus-menerus dilanjutkan. Pementasan budaya setempat juga menjadi ujung tombak untuk menghidupkan dan mewariskan tradisi lisan serta berbagai khazanah budaya yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya di Palangka Raya," katanya.

Menurut Novi, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Melalui kolaborasi antara akademisi, budayawan, komunitas, dan pemerintah, sastra serta tradisi lokal diharapkan semakin dikenal luas dan mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.(TESTI PRISCILLA)